Minggu, 18 November 2012

sejarah sepak bola di indonesia


17 Fakta Sejarah Berkembangnya Sepak Bola Di Indonesia

17 Fakta Sejarah Berkembangnya Sepak Bola Di Indonesia

17/08/2012 - 09:59:00 PM | Author: Dwi Anggoro
67 tahun sudah Indonesia merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun dunia sepak bola Indonesia sudah jauh lebih lama berkembang. Tepatnya pada akhir tahun 1920-an, masyarakat Indonesia mengenal sepak bola pada masa penjajahan Belanda.
Sepak bola pada saat itu merupakan mainan para tentara dan orang-orang Belanda. Seiring dengan waktu, bangsa pribumi, yaitu bangsa Indonesia memainkan olahraga ini pula. Bahkan tidak hanya bangsa pribumi, bangsa lain pun ikut memainkannya, salah satunya warga Cina dan keturunannya. Tidak butuh waku lama, sepak bola dengan cepat menjadi olahraga yang populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Akan tetapi, bagi bangsa Indonesia, sepak bola tidak hanya olahraga semata. Sepak bola pun dijadikan alat perjuangan bangsa Indonesia. Sepak bola mempersatukan seluruh lapisan bangsa pribumi dan keturunan yang membela Indonesia untuk melawan penjajah, meski hanya melalui sepak bola.
Berikut adalah sejarah sepak bola Indonesia pada awal berkembang hingga ikut serta dalam Piala Dunia 1938 yang diringkas dalam 17 fakta sejarah.
1. Sepak bola mulai berkembang di Indonesia pada akhir tahun 1920-an dan awalnya dikenal dengan istilah voetbal dari bahasa Belanda.
2. Sepak Bola diperkenalkan oleh bangsa Belanda dan Eropa dan Pada awalnya hanya bangsa belanda, Eropa, dan Indo yang memainkan olahraga ini.
3. Sepak bola biasanya digelar untuk meramaikan pasar malam dan digelar pada sore hari, biasanya di Lapangan Singa (lapangan benteng) yang salah satu lokasi pertandingan sepak bola pada saat itu.
4. Para tentara Belanda adalah yang paling sering bertanding sepak bola. Para tentara pula lah yang mulai membentuk perkumpulan sepak bola atau istilahnya bond.
5. Bond-bond lain kemudian bermunculan yang dibentuk oleh orang Belanda, Eropa, dan Indo. Bond-bond tersebut kemudian membentuk Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)?
6. Pada tahun 1927, NIVB berubah menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Pada saat itu sepak bola mulai menular ke masyarakat pribumi dan juga Cina, mereka pun membentuk bond-bond sepak bola.
7. Bond China menggunakan nama, antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.
8. Pada 1928, dibentuk Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) sebagai akibat dari diskriminasi yang dilakukan NIVB.
9. Sebelumnya bahkan sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta (Persidja) pada 1925.
10. Pada 19 April 1930, Persidja ikut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta.
11. Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.
12. Memasuki tahun 1930-an, pamor bintang lapangan NIVB, G Rehatta dan de Wolf, mulai menemui senja berganti bintang lapangan bond China dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan.
13. Pada 1933, VIJ keluar sebagai juara pada kejuaraan PSSI ke-3.
14. Pada 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia. Pengiriman kesebelasan Indonesia (Hindia Belanda) sempat mengalami hambatan. NIVU atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri pada bulan April 1930.
15. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain PSSI yang dikirimkan, sedangkan NIVU ingin perwakilan NIVU yang berangkat.
16. Akhirnya, kesebelasan yang dikirimkan adalah perwakilan NIVU yang diakui FIFA tanpa mengikutsertakan pemain PSSI.
17. NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi/Tionghoa.
(Foto: Google)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar